MAJAPAHIT
Kerajaan Majapahit hingga Runtuh
Kerajaan Majapahit adalah
kerajaan Hindu di Jawa Timur. Kerajaan ini termasuk kerajaan kuno di Indonesia yang berdiri pada tahun 1293 hingga 1500 M.
Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya (1293 M). Kerajaan ini mencapai
puncak kejayaannya pada abad ke-14 yaitu pada masa kekuasaan Hayam Wuruk
(1350-1389 M) yang didampingi oleh Patih Gadjah Mada (1331-1364 M). Kerajaan
Majapahit adalah kerajaan Hindu terakhir di Semenanjung Malaya dan dianggap
sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Majapahit
menguasai kerajaan-kerajaan lainnya di Semenanjung Malaya, Borneo, Sumatera,
Bali, dan Filipina. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan untuk
membuktikan keberadaan Majapahit adalah Pararaton (“Kitab Raja-Raja”)
dalam bahasa Kawi dan Nagarakertagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton banyak
menceritakan Ken Arok (pendiri
Kerajaan Singasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai
terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa
Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam
Wuruk. Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun
catatan sejarah dari negeri Tiongkok dan negara-negara lain.
A.
Asal Mula Berdirinya Majapahit
Asal mula
Kerajaan Majapahit diceritakan bahwa sesudah Singasari mengusir Sriwijaya dari
Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290, Singasari menjadi kerajaan paling kuat
di wilayah tersebut. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan, seorang penguasa
Dinasti Yuan di Tiongkok. Ia mengirim utusan bernama Meng Chi ke Singasari yang
menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singasari yang terakhir, menolak
untuk membayar upeti dan merusak wajah utusan tersebut serta memotong
telinganya. Kublai Khan pun marah lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa
pada tahun 1293 M. Ketika itu, Jayakatwang, Adipati Kediri, membunuh
Kertanagara. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan
kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang datang menyerahkan diri. Raden
Wijaya kemudian diberi Hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan membangun desa
baru yang diberi nama Majapahit. Nama itu diambil dan “buah maja” dan “rasa
pahit” dan buah tersebut. Ketika pasukan Mongolia tiba, Raden Wijaya bersekutu
dengan pasukan Mongolia untuk bertempur melawan Jayakatwang. Raden Wijaya
berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka untuk menarik pulang
pasukannya karena mereka berada di wilayah asing.
Pada tahun
1293, Raden Wijaya mendirikan benteng dan kota Majapahit. Tahun ini juga
menjadi tahun lahirnya Majapahit serta hari dimana Raden Wijaya menjadi raja.
Pada pengangkatannya, ia diberikan sebuah nama formal yaitu Kertarajasa
Jayawardhana.
Raja
Kertarajasa kemudian menjadikan keempat anak perempuan Kertanegara menjadi
istri-istrinya. Pendirian kerajaan ini dipenuhi dengan kesulitan dimana
beberapa orang terpercaya Kertarajasa termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi
bersekongkol untuk melakukan pemberontakan namun. Kemudian mahapatih Halayudha melakukan
konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja agar ia dapat mencapai
posisi tertinggi dalam pemerintahan. Namun setelah kematian pemberontak
terakhir (Kuti) Halayudha ditangkap dan dipenjara dan lalu dihukum mati.Wijaya
meninggal dunia pada tahun 1309. Anak dan penerus Wijaya Jayanegara adalah
penguasa yg jahat dan amoral. Ia digelari Kala Gemet yg berarti “penjahat
lemah”. Pada tahun 1328 Jayanegara dibunuh oleh tabib Tanca. Ibu tiri yaitu
Gayatri Rajapatni seharus menggantikan akan tetapi Rajapatni memilih
mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Rajapatni menunjuk
anak perempuan Tribhuwana Wijayatunggadewi utk menjadi ratu Majapahit. Selama
kekuasaan Tribhuwana kerajaan Majapahit berkembang menjadi lbh besar dan
terkenal di daerah tersebut. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibu
pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putra Hayam Wuruk.
B.
Masa Awal Kerajaan Majapahit
Kerajaan
ini menghadapi banyak masalah. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk
Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meski pemberontakan
tersebut tidak berhasil. Namun ternyata Mahapatih Halayudha-lah yang melakukan
konspirasi (persekongkolan) untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja. Hal
itu ia lakukan agar dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemenintahan. Namun,
setelah pemberontakan kuti berakhir, Halayudha ditangkap dan dipenjara, lalu
dihukum mati. Raden Wijaya meninggal pada tahun 1309 M. Anak dan penerus Raden
Wijaya, Jayanegara adalah penguasa yang jahat dan tidak bermoral. Ia memiliki
nama kecil Kala Gemet, yang berarti “penjahat lemah
Kisah
tentang Jayanagara yang merupakan anak dari Raden Wijaya dituliskan dalam beberapa
catatan termasuk Paraton dan Negarakertagama. Pada masa permerintahannya
jugalah Gajah Mada mulai bangkit sebagai satu figur yang penting. Kerajaan
Majapahit pada masa pemerintahan Jayanagara sangat kacau dan sulit, dimulai
dengan beberapa pemberontakan dari jendral-jendral dan pangeran dari Raden
Wijaya yang tidak puas. Pemberontakan yang paling terkenal adalah pemberontakan
Ra Kuti pada tahun 1319, dimana Ra Kuti berhasil mengambil alih kontrol
kerajaan dan ibu kota. Dengan bantuan Gajah Mada dan pasukan Bhayangkara,
Jayanegara berhasil kabur dari ibu kota dan bersembunyi di desa Badander.
Sementara Gajah Mada kembali dan menghancurkan pemberontakan oleh Ra Kuti. Era
pemerintahan Wijayatunggadewi adalah masa dimana Gajah mada ditunjuk sebagai
patih dan mulai terobsesi pada ekspansi kerajaan.
1389
menyusul kematiannya. Setelah Hayam Wuruk tidak lagi memerintah, bisa dibilang
kerajaan Majapahit juga berakhir karena setelahnya, kerajaan Majapahit terus
menurun kekuatannya dan akhirnya terpaksa mundur menuju pulau Bali.
A.
Masa Keemasan Kerajaan Majapahit
Hayam Wuruk,
juga disebut sebagai Rajasanagara. Ia memerintah Majapahit dan tahun 1350-1389
M. Majapahit mencapal puncak kejayaannya dengan bantuan Mahapatihnya, Gadjah
Mada. Di bawah perintah Gadjah Mada (1313-1364 M), Majapahit menguasai Iebih
banyak wilayah. Pada tahun 1377 M, beberapa tahun setelah kematian Gadjah Mada,
Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang, menyebabkan runtuhnya
sisa-sisa kerajaan Sriwijaya. Selain Gadjah Mada, Majapahit juga memiliki
jendral yang juga terkenal bernama Adityawarman. Ia terkenal karena
penaklukkannya di Minangkabau. Menurut Kakawin Nagarakertagama Pupuh Xlll-XV,
daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatera, Semenanjung Malaya, Borneo,
Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian Kepulauan
Filipina. Namun, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah
kekuasaan tersebut tidak berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi
terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang berupa monopoli oleh raja.
Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian
selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.
Perkembangan
Kemaharajaan Majapahit, bermula di Trowulan, Majapahit, Jawa Timur, pada abad
ke-13, kemudian mengembangkan pengaruhnya atas kepulauan Nusantara, hingga
surut dan runtuh pada awal abad ke-16.
Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV,
daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura) dan sebagian
kepulauan Filipina. Sumber ini
menunjukkan batas terluas sekaligus puncak kejayaan Kemaharajaan Majapahit.
Namun, batasan
alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya
tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu
sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja. Majapahit
juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan
mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.
Kakawin Nagarakretagama yang disusun pada tahun 1365 menyebutkan
budaya keraton yang
adiluhung, anggun, dan canggih, dengan cita rasa seni dan sastra yang halus dan
tinggi, serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Sang pujangga menggambarkan
Majapahit sebagai pusat mandala raksasa yang membentang dari Sumatera ke Papua, mencakup Semenanjung Malaya dan Maluku. Tradisi lokal
di berbagai daerah di Nusantara masih mencatat kisah legenda mengenai kekuasaan
Majapahit. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya
mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali, di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan
otonomi luas, pembayaran upeti berkala, dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas
mereka. Akan tetapi segala pemberontakan atau tantangan bagi ketuanan Majapahit
atas daerah itu dapat mengundang reaksi keras. Pada tahun 1377, beberapa tahun
setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan laut untuk menumpas
pemberontakan di Palembang.
Meskipun
penguasa Majapahit memperluas kekuasaannya pada berbagai pulau dan
kadang-kadang menyerang kerajaan tetangga, perhatian utama Majapahit nampaknya
adalah mendapatkan porsi terbesar dan mengendalikan perdagangan di kepulauan
Nusantara. Pada saat inilah pedagang muslim dan penyebar
agama Islam mulai memasuki kawasan ini.
B.
Sistem politik (pemerintahan), ekonomi, budaya
di Majapahit
1.
Sistem Perekonomian Majapahit
Majapahit merupakan negara agraris dan
sekaligus negara perdagangan. Majapahit memiliki pejabat sendiri utk mengurusi
pedagang dari India dan Tiongkok yg menetap di ibu kota kerajaan maupun
berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa. Menurut catatan Wang Ta-yuan
pedagang Tiongkok komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada garam kain dan
burung kakak tua sedangkan komoditas impor adl mutiara emas perak sutra barang
keramik dan barang dari besi. Mata uang dibuat dari campuran perak timah putih
timah hitam dan tembaga. Selain itu catatan Odorico da Pordenone biarawan
Katolik Roma dari Italia yg mengunjungi Jawa pada tahun 1321 menyebutkan bahwa
istana raja Jawa penuh dgn perhiasan emas perak dan permata.
Majapahit merupakan negara agraris dan sekaligus
negara perdagangan. Pajak dan
denda dibayarkan dalam uang tunai. Ekonomi Jawa telah sebagian mengenal mata
uang sejak abad ke-8 pada masa kerajaan Medang yang
menggunakan butiran dan keping uang emas dan perak. Sekitar tahun 1300, pada
masa pemerintahan raja pertama Majapahit, sebuah perubahan moneter penting
terjadi: keping uang dalam negeri diganti dengan uang "kepeng" yaitu
keping uang tembaga impor dari China. Pada November 2008 sekitar 10.388 keping
koin China kuno seberat sekitar 40 kilogram digali dari halaman belakang
seorang penduduk di Sidoarjo. Badan
Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur memastikan bahwa koin
tersebut berasal dari era Majapahit. Alasan penggunaan uang logam atau koin
asing ini tidak disebutkan dalam catatan sejarah, akan tetapi kebanyakan ahli
menduga bahwa dengan semakin kompleksnya ekonomi Jawa, maka diperlukan uang
pecahan kecil atau uang receh dalam sistem mata uang Majapahit agar
dapat digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari di pasar Majapahit. Peran
ini tidak cocok dan tidak dapat dipenuhi oleh uang emas dan perak yang mahal.
Beberapa gambaran mengenai skala ekonomi dalam
negeri Jawa saat itu dikumpulkan dari berbagai data dan prasasti. Prasasti
Canggu yang berangka tahun 1358 menyebutkan sebanyak 78 titik perlintasan
berupa tempat perahu penyeberangan di dalam negeri (mandala Jawa). Prasasti dari masa Majapahit
menyebutkan berbagai macam pekerjaan dan spesialisasi karier, mulai dari
pengrajin emas dan perak, hingga penjual minuman, dan jagal atau tukang daging.
Meskipun banyak di antara pekerjaan-pekerjaan ini sudah ada sejak zaman
sebelumnya, namun proporsi populasi yang mencari pendapatan dan bermata
pencarian di luar pertanian semakin meningkat pada era Majapahit.
Menurut catatan Wang Ta-Yuan, pedagang Tiongkok, komoditas ekspor Jawa pada saat
itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua, sedangkan
komoditas impornya adalah mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi. Mata uangnya dibuat dari
campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu,
catatan Odorico da Pordenone, biarawan Katolik Roma dari Italia yang
mengunjungi Jawa pada tahun 1321, menyebutkan
bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.
Kemakmuran Majapahit diduga karena dua faktor.
Faktor pertama; lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo di dataran
rendah Jawa Timur utara sangat
cocok untuk pertanian padi. Pada masa
jayanya Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi, sebagian dengan
dukungan pemerintah. Faktor kedua; pelabuhan-pelabuhan Majapahit di pantai
utara Jawa mungkin sekali berperan penting sebagai pelabuhan pangkalan untuk
mendapatkan komoditas rempah-rempah Maluku. Pajak yang
dikenakan pada komoditas rempah-rempah yang melewati Jawa merupakan sumber
pemasukan penting bagi Majapahit.[32]
Nagarakretagama menyebutkan bahwa kemashuran
penguasa Wilwatikta telah menarik banyak pedagang asing, di antaranya pedagang
dari India, Khmer, Siam, dan China. Pajak khusus dikenakan pada orang asing
terutama yang menetap semi-permanen di Jawa dan melakukan pekerjaan selain
perdagangan internasional. Majapahit memiliki pejabat sendiri untuk mengurusi
pedagang dari India dan Tiongkok yang menetap
di ibu kota kerajaan maupun berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa.
1.
Kebudayaan Majapahit
Ibu kota
Majapahit di Trowulan merupakan kota besar dan terkenal dgn perayaan besar keagamaan
yg diselenggarakan tiap tahun. Agama Buddha Siwa dan Waisnawa (pemuja Wisnu)
dipeluk oleh penduduk Majapahit dan raja dianggap sekaligus titisan Buddha Siwa
maupun Wisnu. Walaupun batu bata telah digunakan dalam candi pada masa sebelum
arsitek Majapahitlah yg paling ahli menggunakannya. Candi-candi Majapahit
berkualitas baik secara geometris dgn memanfaatkan getah tumbuhan merambat dan
gula merah sebagai perekat batu bata. Contoh candi Majapahit yg masih dapat
ditemui sekarang adl Candi Tikus dan Candi Bajangratu di Trowulan Mojokerto.
2.
Struktur Pemerintahan Majapahit
Majapahit
memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yg teratur pada masa
pemerintahan Hayam Wuruk dan tampak struktur dan birokrasi tersebut tak banyak
berubah selama perkembangan sejarahnya. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa
di dunia dan ia memegang otoritas politik tertinggi. Raja dibantu oleh sejumlah
pejabat birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan dgn para putra dan kerabat
dekat raja memiliki kedudukan tinggi. Perintah raja biasa diturunkan kepada
pejabat-pejabat di bawah antara lain yaitu:
- Rakryan Mahamantri Katrini biasa dijabat
putra-putra raja
- Rakryan Mantri ri Pakira-kiran dewan
menteri yg melaksanakan pemerintahan
- Dharmmadhyaksa para pejabat hukum keagamaan
- Dharmma-upapatti para pejabat keagamaan
Dalam Rakryan
Mantri ri Pakira-kiran terdapat seorang pejabat yg terpenting yaitu Rakryan
Mapatih atau Patih Hamangkubhumi. Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana
menteri yg bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan
pemerintahan. Selain itu terdapat pula semacam dewan pertimbangan kerajaan yg
anggota para sanak saudara raja yg disebut Bhattara Saptaprabhu. Di bawah raja
Majapahit terdapat pula sejumlah raja daerah yg disebut Paduka Bhattara. Mereka
biasa merupakan saudara atau kerabat dekat raja dan bertugas dalam mengumpulkan
penghasilan kerajaan penyerahan upeti dan pertahanan kerajaan di wilayah
masing-masing. Dalam Prasasti Wingun Pitu (1447 M) disebutkan bahwa
pemerintahan Majapahit dibagi menjadi 14 daerah bawahan yg dipimpin oleh
seseorang yg bergelar Bhre. Daerah-daerah bawahan tersebut yaitu:
- Kelinggapura
- Kembang Jenar
- Matahun
- Pajang
- Singhapura
- Tanjungpura
- Tumapel
- Wengker
- Daha
- Jagaraga
- Kabalan
- Kahuripan
- Keling
Pembagian
wilayah
Dalam pembentukannya,
kerajaan Majapahit merupakan kelanjutan Singhasari, terdiri atas beberapa
kawasan tertentu di bagian timur dan bagian tengah Jawa. Daerah ini diperintah
oleh uparaja yang disebut Paduka Bhattara yang bergelar Bhre atau "Bhatara
i". Gelar ini adalah gelar tertinggi bangsawan kerajaan. Biasanya posisi
ini hanyalah untuk kerabat dekat raja. Tugas mereka adalah untuk mengelola
kerajaan mereka, memungut pajak, dan mengirimkan upeti ke pusat, dan mengelola
pertahanan di perbatasan daerah yang mereka pimpin.
Selama masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350 s.d.
1389) ada 12 wilayah di Majapahit, yang dikelola oleh kerabat dekat raja.
Hierarki dalam pengklasifikasian wilayah di kerajaan Majapahit dikenal sebagai
berikut:
1.
Bhumi: kerajaan, diperintah oleh Raja
2.
Nagara: diperintah oleh rajya (gubernur), atau
natha (tuan), atau bhre (pangeran atau bangsawan)
3.
Watek: dikelola oleh wiyasa,
4.
Kuwu: dikelola oleh lurah,
5.
Wanua: dikelola oleh thani,
6.
Kabuyutan: dusun kecil atau tempat sakral.
A.
Keruntuhan Kerajaan Majapahit
Sesudah
mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan
Majapahit berangsur-angsur melemah. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun
1389, Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta.
Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani, yang menikahi
sepupunya sendiri, pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk
juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga
menuntut haknya atas takhta. Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan
terjadi pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Perang
ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana, semetara Wirabhumi ditangkap dan
kemudian dipancung. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit
atas daerah-daerah taklukannya di seberang.
Pada pemerintahan
Wikramawardhana, serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin
oleh laksamana Cheng Ho, seorang
jenderal muslim China, tiba di Jawa beberapa kali antara kurun waktu 1405
sampai 1433. Sejak tahun 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan
komunitas muslim China dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa,
seperti di Semarang, Demak, Tuban, dan Ampel; maka Islam pun mulai memiliki pijakan di
pantai utara Jawa.
Wikramawardhana
memerintah hingga tahun 1426, dan diteruskan oleh putrinya, Ratu Suhita, yang
memerintah pada tahun 1426 sampai 1447. Ia adalah putri kedua Wikramawardhana
dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi. Pada 1447, Suhita mangkat
dan pemerintahan dilanjutkan oleh Kertawijaya, adik
laki-lakinya. Ia memerintah hingga tahun 1451. Setelah Kertawijaya wafat, Bhre Pamotan menjadi raja
dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. Ia wafat pada tahun
1453. Terjadi jeda waktu tiga tahun tanpa raja akibat krisis pewarisan takhta. Girisawardhana, putra Kertawijaya,
naik takhta pada 1456. Ia kemudian wafat pada 1466 dan digantikan oleh
Singhawikramawardhana. Pada 1468 pangeran Kertabhumi memberontak terhadap
Singhawikramawardhana dan mengangkat dirinya sebagai raja Majapahit.
Ketika
Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para
penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. Pada akhir
abad ke-14 dan awal abad ke-15, pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai
berkurang. Pada saat bersamaan, sebuah kerajaan perdagangan baru yang
berdasarkan Islam, yaitu Kesultanan Malaka, mulai muncul
di bagian barat Nusantara.[27] Di bagian
barat kemaharajaan yang mulai runtuh ini, Majapahit tak kuasa lagi membendung
kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai
menguasai Selat Malaka dan melebarkan
kekuasaannya ke Sumatera. Sementara itu beberapa jajahan dan daerah taklukan
Majapahit di daerah lainnya di Nusantara, satu per satu mulai melepaskan diri
dari kekuasaan Majapahit.
m HAIKAL XMP1
BalasHapusRENDI
BalasHapus(Hadir) xmp1
HENDRA RAMADHANI
BalasHapus(MPLB1) X
maulidida khairun nisa X MPLB I
BalasHapusCindy Rahmadiani
BalasHapusX MP 1
(Hadir)
Fikri
BalasHapusX MPLB 1
(Hadir)
Faril
BalasHapusX tm(hadir)
BalasHapusWenny Pradinata Wijaya
X PM (Hadir)
Chelsea Olivia
BalasHapusXPM
hadir
Irpan
BalasHapusX PM(Hadir)
Attalya Dheka
BalasHapusXPM
Hadir
Nama:maliatus shalehah
BalasHapusKlas:Xmplb 1
Elgi
BalasHapusX MPLB 1
(Hadir)
Erda marsyanda
BalasHapusX mplb 1
SELVI ANA
BalasHapusX MLB 1
( HAIR)
Julia Claudia xpm1
BalasHapusNama:Sulaiman
BalasHapusKls :Xpm 1
Ket :(hadir)
Frisca Febiola
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Wendy Tam
BalasHapusx AKL 1
hadir
Veronika Yuliana
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Grace Trivonia Cristy
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Andy Farra X AKL 1
BalasHapusQueenzy witaly
BalasHapusX akl 1
Hadir
Kaliong
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Fahriy Dira pratama 10 akl1
BalasHapusHadirrrr
Jeffry,X AKL1
BalasHapusMimi Novelia
BalasHapusX AKL 1
HADIR
Reza salsabillah
BalasHapusX MPLB 1
HADIR
Weni regina
BalasHapusX mplb1
Hadir
Febriyanto
BalasHapusXpm
Hadir
Merryana leony hiu
BalasHapusX AKL 1
Hadur
ZUBAIDAH
BalasHapusKls X MP1
Febriyanto
BalasHapusXpm 1
Hadir
Angel cristiani
BalasHapusX AKL 1
HADIR!
Feri juliansyah
BalasHapusXtm
Hadir
Rini Utami
BalasHapusX AKL 1
HADIR
Rani anggraini
BalasHapusX PM
Hadir
Dea Safitri
BalasHapusX PM
Hadir
Faril
BalasHapusX tm (hadir)
Yuni Indriani X AKL1 Hadir
BalasHapusTanto
BalasHapusXakl1
Hadir
Hengky
BalasHapusX Akl1
Hadir
Iwan Dwi Putra
BalasHapusX AKL1
Hadir
Helen Chintya
BalasHapusX AKL 1
HADIR
Aulia sari
BalasHapusX MPLB 1
Hadir
Chelsea Yu
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Clarissa Then
BalasHapusX Akl 1
Hadir
Marsel
BalasHapusX AKL 1
Hadir
M. Fati Farhan
BalasHapusX PM
HADIR
Desy Febrianti
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Melly maulidiani putri
BalasHapus10mplb 1(hadir)
Maikel
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Kevin Alvianto
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Wawan hidayat
BalasHapusx Tm
hadir
Chintia Lim
BalasHapusX Mplb 1
HADIR
Leony X AKL1
BalasHapusHadir
Lisa Apria mplb¹
BalasHapusHADIR
Zikri akmal zuhair
BalasHapusX(10)TM
Hadir
Marvin Owen
BalasHapusx AKL 2
HADIR
Saw Lung
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Eniel
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Khairatun Nisa
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Dody Oktavianus
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Florencia Angreiny
BalasHapusX AKL 2
Juliani
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Titania iren
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Alisa dewanti
BalasHapusX AKL2
Hadir
Willyam Andara
BalasHapusX AKL 2
HADIR
Virgie Canggiancen
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Ririn nurjayanti
BalasHapusX MPLB2
Hadir
Neysa Dwi Aryanny
BalasHapusX MPLB 2
HADIR
Irpan
BalasHapusX MP2
Ramlan
BalasHapusXAKL2
Hadir
Vioni
BalasHapusX AKL 2
HADIR
Sri Susanti
BalasHapusX MPLB 2
Hadir
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTri Mauliddia lestari
BalasHapus10 MP 2
Hadir
Sandy Wu
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Michelle Fu
BalasHapusX AKL 2
HADIR
Jun Fung
BalasHapusX AKL 2
HADIR
Agus setia pratama
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Niken Valensia Wunicicilia
BalasHapus10 x akl 2
Hadir
KEVIN
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Lena
BalasHapus10 akl 2
hadir
Septian Dwi Cahtyo
BalasHapusX AKL 2
Hadir
David
BalasHapusX AkL 2
Hadir
Hendra Suryadi
BalasHapusAKL 2
Hadir
Aditya Naufal Faisal
BalasHapusX TKL
Hadir
Nama : Indra gunawan
BalasHapuskelas : X TKL
Hadir
Nama: Oktavia R
BalasHapusKelas: x mp²
HADIR
Nama : kasyful Abrar
BalasHapusKelas : X ph
Hadir
Nama: Vina fitriana
BalasHapusKelas: Xph
Hadir
Nama: Herianto Then
BalasHapusKelas; X AKL 2
HADIR
Nama:umi kalsum
BalasHapusKelas:xPH
Hadir
Nama :Irfan Maulana
BalasHapusKelas:X TKL
Hadir
Nama Cici Rahmadani
BalasHapusKelas X PH
Hadir
Nama : Chintya Sharon
BalasHapusKelas : X AKL2
HADIR
Desi amina
BalasHapusX AKL2
Hadir
Arifia Fadhila
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Aditya Fathur Rahman
BalasHapusX TKL
Hadir
Teguh Setiawan
BalasHapusX PH
Hadir...
Bella amelia
BalasHapusX mplb 2
Hadir
Romi Ardiansyah
BalasHapusXPm
Hadir
Syahara
BalasHapusX Ph
Nieha sumaya
BalasHapusX 10 Mplb2
Hadir
DImas iqman saputra
BalasHapusX TKL
Hadirr
Clara enjela nasifah
BalasHapusXTKL
Hadir
Nama:nalia
BalasHapusKelas:X AKL 2
Hadir
Nama:dhinda syafitri
BalasHapusKelas:X MPLB2
Hadir
NAMA : SARIP AL KADRI
BalasHapusKELAS: 10 X PH
HADIR
Vini Fitriani
BalasHapusX PH
Hadir
Wini selvianti
BalasHapusX mplb2
Hadir
Nama : Merysa
BalasHapusKelas : XAKL2
Hadir
Nama:zicry denni mahardika
BalasHapusKelas:XTKL
Hadir
Isa maulitasari hadir
BalasHapusNama: Febri valenti
BalasHapusKelas: Xmp2
Nama:you Nita bella Anisa putri
BalasHapusKls:10PH
Kelvin zakaria jonatan
BalasHapusX ak 2
Hadir
Nama: Riska Nur Ramadhani
BalasHapusKelas: X MP 2
Ket: Hadir