MATARAM
KERAJAAN MATARAM KUNO
Kerajaan Mataram
Kuno terletak di Jawa Tengah dengan intinya yang sering disebut Bumi Mataram.
Daerah ini dikelilingi oleh pegunungan dan gununggunung, seperti Gunung
Tangkuban Perahu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi-Merbabu, Gunung
Lawu, dan Pegunungan Sewu. Daerah ini juga dialiri oleh banyak sungai, seperti
Sungai Bogowonto, Sungai Progo, Sungai Elo dan Sungai Bengawan Solo. Itulah
sebabnya daerah ini sangat subur.
Kerajaan Mataram
Kuno atau juga yang sering disebut Kerajaan Medang merupakan kerajaan yang
bercorak agraris. Tercatat terdapat 3 Wangsa (dinasti) yang pernah menguasai
Kerjaan Mataram Kuno yaitu Wangsa Sanjaya, Wangsa Syailendra dan Wangsa Isana.
Wangsa Sanjaya merupakan pemuluk Agama Hindu beraliran Syiwa sedangkan Wangsa
Syailendra merupakan pengikut agama Budha, Wangsa Isana sendiri merupakan
Wangsa baru yang didirikan oleh Mpu Sindok.
Sumber Sejarah
Kerajaan Mataram Kuno
Terdapat dua sumber
utama yang menunjukan berdirnya Kerajaan Mataram Kuno, yaiut berbentuk Prasasti
dan Candi-candi yang dapat kita temui samapi sekarang ini. Adapun untuk
Prasasti, Kerajaan Mataram Kuno meninggalkan beberapa prasasti, diantaranya:
- Prasasti Canggal, ditemukan di
halaman Candi Guning Wukir di desa Canggal berangka tahun 732 M. Prasasti
Canggal menggunakan huruf pallawa dan bahasa Sansekerta yang isinya
menceritakan tentang pendirian Lingga (lambang Syiwa) di desa Kunjarakunja
oleh Raja Sanjaya dan disamping itu juga diceritakan bawa yang menjadi
raja sebelumnya adalah Sanna yang digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha
(saudara perempuan Sanna).
- Prasasti Kalasan, ditemukan di
desa Kalasan Yogyakarta berangka tahun 778M, ditulis dalam huruf Pranagari
(India Utara) dan bahasa Sansekerta. Isinya menceritakan pendirian bangunan
suci untuk dewi Tara dan biara untuk pendeta oleh Raja Pangkaran atas
permintaan keluarga Syaelendra dan Panangkaran juga menghadiahkan desa
Kalasan untuk para Sanggha (umat Budha).
- Prasasti Mantyasih, ditemukan di
Mantyasih Kedu, Jawa Tengah berangka 907M yang menggunakan bahasa Jawa
Kuno. Isi dari prasasti tersebut adalah daftar silsilah raja-raja Mataram
yang mendahului Rakai Watukura Dyah Balitung yaitu Raja Sanjaya, Rakai
Panangkaran, Rakai Panunggalan, Rakai Warak, Rakai Garung, Rakai Pikatan,
rakai Kayuwangi dan Rakai Watuhumalang.
- Prasasti Klurak, ditemukan di
desa Prambanan berangka 782M ditulis dalam huruf Pranagari dan bahasa Sanskerta
isinya menceritakan pembuatan Acra Manjusri oleh Raja Indra yang bergelar
Sri Sanggramadananjaya
Berdirinya Kerajaan
Mataram Kuno
menurut Prasasti
Mantyasih (907) menyebutkan Raja pertama Kerajaan Mataram Kuno adalah Sanjaya.
Sanjaya sendiri mengeluarkan Prasasti Canggal (732) tanpa menyebut jelas apa
nama kerajaannya. Dalam prasasti itu, Sanjaya menyebutkan terdapat raja yang
memerintah di pulau Jawa sebelum dirinya. Raja tersebut bernama Sanna atau yang
dikenal dengan Bratasena yang merupakan raja dari Kerajaan Galuh yang
memisahkan diri dari Kerajaan Sunda (akhir dari Kerajaan Tarumanegara).
Kekuasaan Sanna digulingkan
dari tahta Kerajaan Galuh oleh Purbasora dan kemudian melarikan diri ke
Kerajaan Sunda untuk memperoleh perlindungan dari Tarusbawa, Raja Sunda.
Tarusbawa kemudian mengambil Sanjaya yang merupakan keponakan dari Sanna
sebagai menantunya. Setelah naik tahta, Sanjaya pun berniat untuk menguasai
Kerajaan Galuh kembali. Setelah berhasil menguasai Kerajaan Sunda, Galuh dan
Kalingga, Sanjaya memutuskan untuk membuat kerajaan baru yaitu Kerajaan Mataram
Kuno.
Dari prasasti yang
dikeluarkan oleh Sanjaya pada yaitu Prasasti Canggal, bisa dipastikan Kerajaan
Mataram Kuno telah berdiri dan berkembang sejak abad ke-7 dengan rajanya yang
pertama adalah Sanjaya dengan gelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya.
Setelah Sanjaya,
Mataram diperintah oleh Panangkaran. Dari Prasasti Balitung diketahui
bahwa Panangkaran bergelar Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Raka i
Panangkaran. Hal ini menunjukkan bahwa Rakai Panangkaran berasal dari
keluarga Sanjaya dan juga keluarga Syailendra. Sepeninggal Panangkaran, Mataram
Kuno terpecah menjadi dua, Mataram bercorak Hindu dan Mataram bercorak Buddha.
Wilayah Mataram-Hindu meliputi Jawa Tengah bagian utara, diperintah oleh
Dinasti Sanjaya dengan raja−rajanya seperti Panunggalan, Warak, Garung,
dan Pikatan. Sementara wilayah Mataram- Buddha meliputi Jawa Tengah
bagian selatan yang diperintah Dinasti Syailendra dengan rajanya antara lain
Raja Indra.
Perpecahan di
Mataram ini tidak berlangsung lama. Pada tahun 850, Rakai Pikatan dari Wangsa
Sanjaya mengadakan perkawinan politik dengan Pramodhawardhani dari
keluarga Syailendra. Melalui perkawinan ini, Mataram dapat dipersatukan
kembali. Pada masa pemerintahan Pikatan−Pramodhawardani, wilayah Mataram
berkembang luas, meliputi Jawa Tengah dan Timur. Pikatan juga berhasil
mendirikan Candi Plaosan. Sepeninggal Pikatan, Mataram diperintah oleh Dyah
Balitung (898 −910 M). Setelah Balitung, pemerintahan dipegang berturut−turut
oleh Daksa, Tulodong, dan Wawa. Raja Wawa memerintah
antara tahun 924−929 M. Ia kemudian digantikan oleh menantunya bernama Mpu
Sindok.
Pada masa
pemerintahan Mpu Sindok inilah, pusat pemerintahan Mataram dipindahkan ke Jawa
Timur. Hal ini disebabkan semakin besarnya pengaruh Sriwijaya yang diperintah
oleh Balaputradewa. Selama abad ke−7 hingga ke−9 terjadi serangan−serangan dari
Sriwijaya ke Mataram. Hal ini mengakibatkan Mataram semakin terdesak ke timur.
Selain itu, adanya bencana alam berupa letusan Gunung Merapi merupakan salah
satu penyebab kehancuran Mataram. Letusan gunung ini diyakini oleh masyarakat
Mataram sebagai tanda kehancuran dunia. Oleh karena itu, mereka menganggap
letak kerajaan di Jawa Tengah sudah tidak layak dan harus dipindahkan.
Candi Plaosan
Dinasti Syailendra yang bercorak Buddha
berpusat di Jawa Tengah bagian selatan, sedangkan Dinansti Sanjaya yang
bercorak Hindu berpusat di Jawa Tengah bagian utara. Perbedaan letak antara dua
dinasti ini terlihat dari perbedaan arsitektur candi-candi yang ada di Jawa
Tengah bagian selatan dan utara. Berdasarkan Prasasti Canggal (732 M)
diketahui, raja pertama Mataram dari Dinasti Sanjaya adalah Raka i Mataram Ratu
Sanjaya yang memerintah di ibukota Medang Kamulan. Berdasarkan isi Prasasti
Mantyasih (Kedu) terdapat beberapa dari Wangsa Sanjaya yang memerintah di
kemudian hari.
Antara Wangsa
Syailendra dengan Sanjaya terjadi persaingan, namun kedua wangsa tersebut
sempat menjalin hubungan baik. Pada abad ke-9 terjadi perkawinan antara Rakai
Pikatan dari Sanjaya dengan Pramodawardhani dari Syailendra. Perkawinan ini
mendapat tentangan dari Balaputeradewa, adik Pramodawardhani. Setelah bertikai
dengan Pikatan dan kalah, Balaputeradewa kemudian melarikan diri ke Sriwijaya,
dan menjadi raja di sana, karena Balaputeradewa mempunyai darah Sriwijaya dari
ibunya, Dewi Tara, yang merupakan keturunan Sriwijaya. Sedangkan Rakai
Pikatan yang berhasil menyingkirkan Balaputradewa mendirikan Candi Roro
Jonggrang (Prambanan) yang bercorak Siwa. Rakai Pikatan dan Pramodawardhani
yang berbeda agama ini banyak mendirikan bangunan yang bercorak Hindu maupun
Buddha. Rakai Pikatan mendirikan Candi Loro Jongrang, sedangkan Pramodarwadhani
sangat memperhatikan Candi Borobudur di Bumisambhara yang dibangun oleh
ayahnya, yaitu Samaratungga pada 842 M.
Candi Prambanan / Loro Jonggrang
Susunan raja-raja yang memerintah di
Mataram berdasarkan Prasasti Balitung (Mantyasih) adalah: Rakai Mataram Ratu
Sanjaya, Rakai Tejah Purnapana Panangkaran, RakaI Panunggalan, Rakai Warak,
Rakai Garung Patapan, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi, Rakai Watukumalang,
Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu, Daksa, Tulodhong, Wawa, dan Mpu
Sindok.
Prasasti ini dibuat
oleh Dyah Balitung yang memerintah dari 898 hingga 910. Setelah Mpu Sindok
menjadi raja (929), pusat-pusat pemerintahan Mataram dipindahkan dari Jawa
Tengah ke Jawa Timur. Pemindahan ini dikarenakan pusat kerajaan mengalami
kehancuran akibat letusan Gunung Merapi. Mpu Sindok kemudian mendirikan dinasti
baru yaitu Dinasti Isyana. Ia memerintah hingga tahun 949. Pengganti Mpu Sindok
yang terkenal adalah Dharmawangsa yang memerintah 990−1016. Dharmawangsa
pernah berusaha untuk mengalihkan pusat perdagangan dari Sriwijaya pada 990,
akan tetapi mengalami kegagalan karena Sriwijaya gagal ditaklukkan.
Pada tahun 1016
Dharmawangsa dan keluarganya mengalami pralaya (kehancuran) akibat
serangan dari Sriwijaya yang bekerja sama dengan kerajaan kecil di Jawa yang
dipimpin Wurawari. Akibat serangan ini kerajaan Dharnawangsa mengalami
kehancuran. Menantu Dharmawangsa yang bernama Airlangga kemudian membangun
kembali kerajaan, dan pada tahun 1019 ia dinobatkan menjadi raja. Keberhasilan
Airlangga membangun kerajaan diabadikan dalam karya sastra Mpu Kanwa yaitu Arjuna
Wiwaha. Pada 1041 Airlangga membagi dua kerajaan menjadi Janggala dan
Panjalu.
Kehidupan Sosial dan
Ekonomi Masyarakat Mataram Kuno
Kehidupan politik
kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha membawa perubahan baru dalam kehidupan sosial
dan ekonomi masyarakat Indonesia. Struktur sosial dari masa Kutai hingga
Majapahit mengalami perkembangan yang ber-evolusi namun progresif. Dunia
perekonomian pun mengalami perkembangan: dari yang semula sistem barter hingga
sistem nilai tukar uang.
Sumber−sumber berita Cina mengungkapkan keadaan masyarakat Mataram dari abad
ke−7 sampai ke−10. Kegiatan perdagangan baik di dalam maupun luar negeri
berlangsung ramai. Hal ini terbukti dari ditemukannya barang-barang keramik
dari Vietnam dan Cina. Kenyataan ini dikuatkan lagi dengan berita dari Dinasi
Tang yang menceritakan kebesaran sebuah kerajaan dari Jawa, dalam hal ini
Mataram.
Dari Prasasti Warudu
Kidul diperoleh informasi adanya sekumpulan orang asing yang berdiam di
Mataram. Mereka mempunyai status yang berbeda dengan penduduk pribumi. Mereka
membayar pajak yang berbeda yang tentunya lebih mahal daripada rakyat pribumi
Mataram. Kemungkinan besar mereka itu adalah para saudagar dari luar negeri.
Namun, sumber−sumber lokal tidak memperinci lebih lanjut tentang orang−orang
asing ini. Kemungkinan besar mereka adalah kaum migran dari Cina.
Dari berita Cina
diketahui bahwa di ibukota kerajaan terdapat istana raja yang dikelilingi
dinding dari batu bata dan batang kayu. Di dalam istana, berdiam raja beserta
keluarganya dan para abdi. Di luar istana (masih di dalam lingkungan dinding
kota) terdapat kediaman para pejabat tinggi kerajaan termasuk putra mahkota
beserta keluarganya. Mereka tinggal dalam perkampungan khusus di mana para
hamba dan budak yang dipekerjakan di istana juga tinggal sekitarnya. Sisa-sisa
peninggalan pemukiman khusus ini sampai sekarang masih bisa kita temukan di
Yogyakarta dan Surakarta. Di luar tembok kota berdiam rakyat yang merupakan
kelompok terbesar.
Kehidupan masyarakat
Mataram umumnya bersifat agraris karena pusat Mataram terletak di pedalaman,
bukan di pesisir pantai. Pertanian merupakan sumber kehidupan kebanyakan rakyat
Mataram. Di samping itu, penduduk di desa (disebut wanua) memelihara
ternak seperti kambing, kerbau, sapi, ayam, babi, dan itik. Sebagai tenaga
kerja, mereka juga berdagang dan menjadi pengrajin.
Dari Prasasti
Purworejo (900 M) diperoleh informasi tentang kegiatan perdagangan. Kegiatan di
pasar ini tidak diadakan setiap hari melainkan bergilir, berdasarkan pada hari
pasaran menurut kalender Jawa Kuno. Pada hari Kliwon, pasar diadakan di pusat
kota. Pada hari Manis atau Legi, pasar diadakan di desa bagian timur.
Pada hari Paking (Pahing), pasar diadakan di desa sebelah selatan. Pada
hari Pon, pasar diadakan di desa sebelah barat. Pada hari Wage, pasar
diadakan di desa sebelah utara. Pada hari pasaran ini, desa−desa yang
menjadi pusat perdagangan, ramai didatangi pembeli dan penjual dari desa−desa
lain. Mereka datang dengan berbagai cara, melalui transportasi darat maupun
sungai sambil membawa barang dagangannya seperti beras, buah−buahan, dan ternak
untuk dibarter dengan kebutuhan yang lain.
Selain pertanian, industri rumah tangga juga sudah berkembang. Beberapa
hasil industri ini antara lain anyaman seperti keranjang, perkakas dari besi,
emas, tembaga, perunggu, pakaian, gula kelapa, arang, dan kapur sirih. Hasil
produksi industri ini dapat diperoleh di pasar−pasar tadi.
Sementara itu, bila
seseorang berjasa (biasanya pejabat militer atau kerabat istana) kepada
Kerajaan, maka orang bersangkutan akan diberi hak memiliki tanah untuk dikelola.
Biasanya tempat itu adalah hutan yang kemudian dibuka menjadi pemukiman baru.
Orang yang diberi tanah baru itu diangkat menjadi penguasa tempat yang baru
dihadiahkan kepadanya. Ia bisa saja menjadi akuwu (kepala desa),
senopati, atau adipati atau menteri. Bisa pula sebuah wilayah dihadiahkan
kepada kaum brahmana atau rahib untuk dijadikan asrama sebagai tempat tinggal
mereka, dan di sekitar asrama tersebut biasanya didirikan candi atau wihara.
Runtuhnya Kerajaan
Mataram Kuno
Hancurnya Kerajaan
Mataram Kuno dipicu permusuhan antara Jawa dan Sumatra yang dimulai saat
pengusiran Balaputradewa oleh Rakai Pikatan. Balaputradewa yang kemudian
menjadi Raka Sriwijaya menyimpan dendam terhadap Rakai Pikatan. Perselisihan
antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turun-temurun pada generasi
selanjutnya. Selain itu, Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai
lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara.
Rasa permusuhan
Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana
berkuasa. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur, pasukan Sriwijaya
datang menyerangnya. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang (sekarang
Nganjuk, Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok.
Runtuhnya Kerajaan
Mataram ketika Raja Dharmawangsa Teguh yang merupakan cicit Mpu Sindok
memimpin. Waktu itu permusuhan antara Mataram Kuno dan Sriwijaya sedang
memanas. Tercatat Sriwijaya pernah menggempur Mataram Kuno tetapi pertempuran
tersebut dimenangkan oleh Dharmawangsa. Dharmawangsa juga pernah melayangkan
serangan ke ibu kota Sriwijaya. Pada tahun 1006 (atau 1016) Dharmawangsa
lengah. Ketika ia mengadakan pesta perkawinan putrinya, istana Medang di Wwatan
diserbu oleh Aji Wurawari dari Lwaram yang diperkirakan sebagai sekutu Kerajaan
Sriwijaya. Dalam peristiwa tersebut, Dharmawangsa tewas.
Wenny Pradinata Wijaya
BalasHapusKelas X Pm
Rendy ( hadir ) xmp1
BalasHapusM HAIKAL HADIR KELAS X MP1 perkantoran
BalasHapusIrpan
BalasHapusKelas X Pm
Fikri X MPLB 1
BalasHapus(Hadir)
RINI SULASTRIANI Xpm
BalasHapusRani Anggraini
BalasHapusKelas X PM
Regi Hidayat X TM hadir
BalasHapusFrisca Febiola
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Chintia Lim X mplb 1
BalasHapusHADIR
Maulidia khairun bisa X MPLB
BalasHapus(Hadir)
Elgi (HADIR) X MPLB 1
BalasHapusMimi Novelia X AKL 1
BalasHapusHADIR
Hendra Ramadhani XMPLB1
BalasHapusFebriyanto
BalasHapusXpm
Oktaviani Ramadhanti
BalasHapusKelas X PM
Cindy Rahmadiani X MPLB 1 Hadir
BalasHapusDea Safitri
BalasHapusKelas X Pm
Veronika Yuliana,X AKL 1
HapusHadir
TANTO BONGSI KUSUKA HADIR
BalasHapusKELAS:XAKL1
Nama:Grace Trivonia Cristy
BalasHapusKelas:X AKL 1
HADIR
MUHAMMAD SULTAN AZI ALSYAH XMPLB 1 HADIR
BalasHapusLeony X AKL1
BalasHapusHadir
Xmplb 1(hadir)
BalasHapusDedy Heriyani
BalasHapusX TM
Aulia sari x MPLB 1 (hadir)
BalasHapusMelly maulidiani putri
BalasHapusKelas:xmp1
(Hadir
Nama:Kristin Dea
BalasHapusKelas:10 pm
HADIR
Chelsea Olivia
BalasHapusX PM
Erda marsyanda
BalasHapusX mplb 1
Clarissa Then X Akl 1
BalasHapusHadir
(SELVI ANA)
BalasHapusMLS: XMP 1
(HADIR)
Rini Utami X AKL 1
BalasHapusHadir
Egga Kurniawan
BalasHapus(Hadir)
Nama :Wendy Tam
BalasHapusKelas:X AKL 1
Hadir
Egga Kurniawan X TM
BalasHapus(Hadir)
Sela Novirita X AKL 1
BalasHapushadir
ellen silvanny
BalasHapusX PM
DESI WULANDARI X AKL 1
BalasHapusHADIR
Nurhadi
BalasHapusXPM
Julia Claudia xpm1
BalasHapusMuhammad Israq Farizan
BalasHapusX TM
Hadir
Helen Chintya
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Dio aryanto
BalasHapusX tm
Hadir
WESLY PRAYOGO
BalasHapusX AKL I
HADIR
Desy Febrianti
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Andy Farra X AKL 1 Hadir
BalasHapusChelsea Yu X AKL 1 hadir
HapusNama : Marsel
BalasHapusKelas : X AKL 1
Hadir
Nama : wawan hidayat
HapusKelas : X TM
Hadir
Nama:Kevin Alvianto
BalasHapusKelas:X AKL 1
Hadir
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusFaril
BalasHapusX tm(hadir)
Maliatus shalehah
BalasHapusKlas:X mplb 1
Nama:zikri akmal zuhair
BalasHapusKelas:X(10)TM
Hadir
Reza salsabillah
BalasHapusKelas:X MP 1
Hadir
Nama:Kaliong
BalasHapusKelas:X AKL 1
Hadir
Fahriy Dira pratama 10akl1
BalasHapusHadir
pito patarul azi
BalasHapusTM
hadir
Rizky ramadan
BalasHapus(X pm)
hadir
Angel cristiani X AKL 1
BalasHapusNama:Maikel
BalasHapusKelas:X AKL 1
Hadir
ATTALYA DHEKA
BalasHapusKELAS XPM
Nama:abil
BalasHapusKelas:X TM
Hadir
Nama: Iwan Dwi Putra
BalasHapusKelas:X AKL1
Hadir
Nama: Jeffry
BalasHapusKelas: X AKL 1
Hadir
Nama:Hengky
BalasHapusKelas:X AKL1
Hadir
Nama:Riky Gunawan
BalasHapusKelas:X Tm
Hadir
Zubaidah
HapusKelas X mp1
Lisa Apria hadir
BalasHapusKelas :X mplb¹
Yuni Indriani X AKL1 hadir
BalasHapusPajar Hezri
BalasHapusKelas 10 TM
Hadir
Sartika
BalasHapusXpm
Hadir
siti rahmah
BalasHapusxpm
Hadir
Feri juliansyah hadir bu
BalasHapusNama : kasyful Abrar
BalasHapusKelas : x ph
Hadir