SRIWIJAYA
Kerajaan Sriwijaya
Sejarah kerajaan Sriwijaya adalah sejarah salah satu kerajaan di
Indonesia yang menguasai Selat Malaka pada zaman lampau. Catatan sejarah
tentang kerajaan Sriwijaya ini pertama kali ditemukan oleh Prof. George Ceodes,
penemuan ini menjadi awal penyelidikan lebih lanjut tentang kerajaan
Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan
yang pernah besar dan jaya di Indonesia. Kerajaan ini disebut juga Negara
nasional pertama karena pada masa jayanya, daerah kekuasaannya sangat luas yang
meliputi Indonesia bagian barat, Siam bagian selatan, Semenanjung Malaya,
sebagian Filipina, dan Brunei Darussalam di Pulau Kalimantan.
Kerajaan
Sriwijaya diperkirakan berdiri pada abad ke-7 M dan
menganut agama Buddha di Sumatera Selatan. Bukti-bukti tentang kerajaan
Sriwijaya yang berkembang sampai sekitar abad ke-14 ini, berasal dari beberapa
prasasti yang ditemukan di wilayah tersebut. Bahkan ada yang ditemukan di
Bangka, Ligor (Malaysia), dan Nalanda (India Selatan). Walaupun letak secara
pasti pusat kerajaan sulit dibuktikan, tetapi kebesaran dan pengaruh kerajaan
Sriwijaya sangat nyata. Hal ini dibuktikan dari berita-berita orang Arab,
India, dan Cina yang kala itu menjalin hubungan dengan kerajaan Sriwijaya.
Sriwijaya berasal dari dua kata yaitu “Sri” yang artinya adalah
cahaya atau gemilang dan “Wijaya” yang artinya adalah kemenangan. Jika
disatukan maka Sriwijaya memiliki nama panjang “kemenangan gemilang”.
Bukti-Bukti Sejarah Kerajaan Sriwijaya
Nama Sriwijaya sudah terkenal dalam perdagangan internasional. Hal
tersebut dapat dibuktikan dengan adanya berbagai sumber yang menerangkan
mengenai keberadaan Kerajaan Sriwijaya, seperti di bawah ini :
·
Dari berita Arab diketahui bahwa pedagang Arab
melakukan kegiatan perdagangan di Kerajaan Sriwijaya, bahkan disekitar
Sriwijaya ditemukan peninggalan bekas perkampungan orang Arab
·
Dari berita India diketahui bahwa Keraaan
Sriwijaya pernah menjalin hubungan dengan Kerajaan India, seperti Nalanda dan
Colamandala bahkan Kerajaan Nalanda mendirikan prasasti yang menerangkan
tentang Sriwijaya.
·
Dari berita Cina diketahui bahwa para pedagang
Cina sering singgah di Kerajaan Sriwijaya sebelum melanjutkan perjalanan ke
India dan Arab. Berita Cina juga menyebutkan pada abad ke-7 di Sumatra telah
ada beberapa kerajaan, antara lain Kerajaan Tulang Bawang di Sumatra Selatan,
Melayu di Jambi, dan Sriwijaya. Keberadaan Kerajaan Sriwijaya ini dapat
diperoleh informasinya, misalnya, dari cerita pendeta Buddha dari Tiongkok,
I-tsing. Pada tahun 671, Ia berangkat dan Kanton ke India, kemudian singgah
terlebih dahulu di Sriwijaya selama enam bulan untuk belajar tata bahasa
Sanskerta. Pada tahun 685, dia kembali ke Sriwijaya dan menetap selama empat
tahun untuk menerjemahkan berbagai kitab suci Buddha dan bahasa Sanskerta ke
bahasa Tionghoa. Karena dalam kenyataannya, dia tidak dapat menyelesaikan
sendiri pekerjaan itu, maka pada tahun 689, dia pergi ke Kanton untuk mencari
pembantu dan segera kembali lagi ke Sriwijaya. Selanjutnya, baru pada tahun
695, I-tsing pulang ke Tiongkok.
Raja-raja Kerajaan Sriwijaya
Raja-raja yang berhasil diketahui pernah memerintah Kerajaan
Sriwijaya adalah sebagai berikut:
·
Raja Daputra Hyang: Berita mengenai raja ini
diketahui melalui prasasti Kedukan Bukit (683 M). Pada masa pemerintahannya,
Raja Dapunta Hyang telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya sampai ke
wilayah Jambi. Sejak awal pemerintahannya, Raja Dapunta Hyang telah
bercita-cita agar Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan bercorak maritim.
- Raja Dharmasetu: Pada masa pemerintahan Raja Dharmasetu,
Kerajaan Sriwijaya berkembang sampai ke Semenanjung Malaya. Bahkan, disana
Kerajaan Sriwijaya membangun sebuah pangkalan di daerah Ligor. Selain itu,
Kerajaan Sriwijaya juga mampu menjalin hubungan dengan China dan India.
Setiap kapal yang berlayar dari India dan China selalu singgah di
Bandar-bandar Sriwijaya.
- Raja Balaputradewa: Berita tentang raja Balaputradewa
diketahui dari keterangan Prasasi Nalanda. Balaputradewa memerintah
sekitar abad ke-9, pada masa pemerintahannya, kerajaan Sriwijaya
berkembang pesat menjadi kerajaan yang besar dan menjadi pusat agama
Buddha di Asia Tenggara. Ia menjalin hubungan baik dengan
kerajaan-kerajaan di India seperti Nalanda dan Cola. Balaputradewa adalah
keturunan dari dinas Syailendra, yakni putra dari Raja Samaratungga dengan
Dewi Tara dari Sriwijaya.
- Raja Sri Sudamaniwarmadewa: Pada masa pemerintahan Raja Sri
Sudamaniwarmadewa, Kerajaan Sriwijaya pernah mendapat serangan dai Raja
Darmawangsa dari Jawa Timur. Namun, serangan tersebut berhasil digagalkan
oleh tentara Sriwijaya.
- Raja Sanggrama Wijayattunggawarman: Pada masa pemerintahannya,
Kerajaan Sriwijaya mengalami serangan dari Kerajaan Chola. Di bawah
pimpinan Raja Rajendra Chola, Kerajaan Chola melakukan serangan dan
berhasil merebut Kerajaan Sriwijaya. Sanggrana Wijayattunggawarman
akhirnya ditawan. Namun pada masa pemerintahan Raja Kulottungga I Kerajaan
Chola, Raja Sanggrama Wijayattunggawarman kemudian dibebaskan kembali.
Masa Keemasan Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya mengalami zaman keemasan
pada saat diperintah oleh Raja Balaputradewa pada abad ke-9. Wilayah Kerajaan
Sriwijaya meliputi hampir seluruh Sumatra, Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan
Semenanjung Melayu. Oleh karena itu, Kerajaan Sriwijaya disebut kerajaan
Nusantara pertama. Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim, pusat agama
Buddha, pusat pendidikan, dan sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara.
- Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim karena mempunyai angkatan laut yang tangguh dan wilayah perairan yang luas. Karena begitu luas wilayahnya, maka Kerajaan Sriwijaya disebut Kerajaan Nusantara pertama.
- Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat pendidikan penyebaran agama Buddha, dengan bukti catatan I-tsing dari China pada tahun 685 M, yang menyebut Sriwijaya dengan She-le-fo-she.
- Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan karena Palembang sebagai jalur perdagangan nasional dan internasional. Banyak kapal yang singgah sehingga menambah pemasukan pajak.
Budaya
Berdasarkan berbagai sumber sejarah, sebuah masyarakat yang
kompleks dan kosmopolitan yang sangat dipengaruhi alam pikiran Budha Wajrayana
digambarkan bersemi di ibu kota Sriwijaya. Beberapa prasasti Siddhayatra abad
ke-7 seperti Prasasti Talang Tuo menggambarkan
ritual Budha untuk memberkati peristiwa penuh berkah yaitu peresmian taman
Sriksetra, anugerah Maharaja Sriwijaya untuk rakyatnya. Prasasti Telaga Batu menggambarkan
kerumitan dan tingkatan jabatan pejabat kerajaan, sementara Prasasti Kota Kapur menyebutkan
keperkasaan balatentara Sriwijaya atas Jawa. Semua prasasti ini menggunakan bahasa Melayu Kuno, leluhur bahasa
Melayu dan bahasa Indonesia modern. Sejak abad
ke-7, bahasa Melayu kuno telah digunakan di Nusantara. Ditandai dengan ditemukannya berbagai prasasti Sriwijaya dan
beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno dibv[`
dws tempat lain, seperti yang ditemukan
di pulau Jawa. Hubungan dagang yang dilakukan berbagai suku bangsa Nusantara
menjadi wahana penyebaran bahasa Melayu, karena bahasa ini menjadi alat
komunikasi bagi kaum pedagang. Sejak saat itu, bahasa Melayu menjadi lingua
franca dan digunakan secara meluas oleh banyak
penutur di Kepulauan Nusantara.
Beberapa arca-arca bersifat Budhisme, seperti berbagai arca Budha yang ditemukan di Bukit Seguntang, Palembang, dan arca-arca Bodhisatwa Awalokiteswara dari Jambi, Bidor, Perak dan Chaiya, dan arca Maitreya dari Komering, Sumatera Selatan. Semua arca-arca ini menampilkan keanggunan dan langgam yang sama yang disebut "Seni Sriwijaya" atau "Langgam/Gaya Sriwijaya" yang memperlihatkan kemiripan — mungkin diilhami — oleh langgam Amarawati India dan langgam Syailendra Jawa (sekitar abad ke-8 sampai ke-9).
Sistem Ekonomi
Di dunia perdagangan, Sriwijaya menjadi pengendali jalur
perdagangan antara India dan Tiongkok, yakni dengan penguasaan atas Selat
Malaka dan Selat
Sunda. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki
aneka komoditas seperti kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala, kepulaga,
gading, emas, dan timah, yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India.
Kekayaan yang melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassal-nya
di seluruh Asia Tenggara. Dengan berperan sebagai entreport atau
pelabuhan utama di Asia Tenggara, dengan mendapatkan restu, persetujuan, dan
perlindungan dari Kaisar China untuk dapat berdagang dengan Tiongkok, Sriwijaya
senantiasa mengelola jejaring perdagangan bahari dan menguasi urat nadi pelayaran
antara Tiongkok dan India.
Karena alasan itulah Sriwijaya harus terus menjaga dominasi
perdagangannya dengan selalu mengawasi
dan jika perlu memerangi pelabuhan pesaing di negara jirannya. Keperluan
untuk menjaga monopoli perdagangan inilah yang mendorong Sriwijaya menggelar
ekspedisi militer untuk menaklukkan bandar pelabuhan pesaing di kawasan
sekitarnya dan menyerap mereka ke dalam mandala Sriwijaya. Bandar Malayu di Jambi, Kota Kapur di pulau Bangka,
Tarumanagara dan pelabuhan Sunda di Jawa Barat, Kalingga di Jawa Tengah, dan
bandar Kedah dan Chaiya di semenanjung Melaya adalah beberapa bandar pelabuhan
yang ditaklukan dan diserap kedalam lingkup pengaruh Sriwijaya. Disebutkan
dalam catatan sejarah Champa adanya serangkaian serbuan angkatan laut yang
berasal dari Jawa terhadap beberapa pelabuhan di Champa dan Kamboja. Mungkin angkatan laut penyerbu yang dimaksud adalah
armada Sriwijaya, karena saat itu wangsa Sailendra di Jawa adalah bagian dari
mandala Sriwijaya. Hal ini merupakan upaya Sriwijaya untuk menjamin monopoli
perdagangan laut di Asia Tenggara dengan menggempur bandar pelabuhan
pesaingnya. Sriwijaya juga pernah berjaya dalam hal perdagangan sedari tahun 670 hingga 1025 M.
Kejayaan bahari Sriwijaya terekam di relief Borobudur yaitu menggambarkan Kapal
Borobudur, kapal kayu bercadik ganda dan bertiang layar yang melayari lautan Nusantara sekitar
abad ke-8 Masehi. Fungsi cadik ini adalah untuk menyeimbangkan dan menstabilkan
perahu. Cadik tunggal atau cadik ganda adalah ciri khas perahu bangsa Austronesia dan perahu bercadik inilah yang membawa bangsa Austronesia
berlayar di seantero Asia Tenggara, Oseania, dan Samudra Hindia. Kapal layar
bercadik yang diabadikan dalam relief Borobudur mungkin adalah jenis kapal yang
digunakan armada Sailendra dan Sriwijaya dalam pelayaran antarpulaunya,
kemaharajaan bahari yang menguasai kawasan pada kurun abad ke-7 hingga ke-13
masehi.
Selain menjalin hubungan dagang dengan India dan Tiongkok, Sriwijaya juga menjalin perdagangan dengan tanah Arab. Kemungkinan utusan Maharaja Sri
Indrawarman yang mengantarkan surat kepada khalifah Umar bin Abdul-Aziz dari Bani
Umayyah tahun 718, kembali ke Sriwijaya dengan membawa
hadiah Zanji (budak wanita berkulit hitam), dan kemudian dari kronik
Tiongkok disebutkan Shih-li-fo-shih dengan rajanya Shih-li-t-'o-pa-mo
(Sri Indrawarman) pada tahun 724 mengirimkan hadiah untuk kaisar Cina, berupa ts'engchi
(bermaksud sama dengan Zanji dalam bahasa
Arab).
Pada paruh pertama abad ke-10, di antara kejatuhan dinasti Tang dan
naiknya dinasti Song, perdagangan dengan
luar negeri cukup marak, terutama Fujian, kerajaan Min dan kerajaan Nan Han dengan negeri kayanya Guangdong. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari
perdagangan ini.
Pada masa inilah diperkirakan rakyat Sriwijaya mulai mengenal buah semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai), yang masuk melalui perdagangan mereka.
Penyebaran penduduk kerajaan Sriwijaya
Upaya Sriwijaya untuk menjamin dominasi
perdagangan bahari di Asia Tenggara berjalan seiring dengan perluasan Sriwijaya
sebagai sebuah kemaharajaan bahari atau thalasokrasi. Dengan menaklukkan bandar pelabuhan negara jiran yang berpotensi
sebagai pesaingnya, Sriwijaya secara otomatis juga melebarkan pengaruh dan
wilayah kekuasaannya di kawasan. Sebagai kemaharajaan bahari, pengaruh
Sriwijaya jarang masuk hingga jauh di wilayah pedalaman. Sriwijaya kebanyakan
menerapkan kedaulatannya di kawasan pesisir pantai dan kawasan sungai besar
yang dapat dijangkau armada perahu angkatan lautnya di wilayah Nusantara, dengan
pengecualian pulau Madagaskar. Diduga penduduk
yang berasal dari Sriwijaya telah mengkoloni dan membangun populasi di pulau
Madagaskar yang terletak 3.300 mil atau 8.000 kilometer di sebelah barat di
seberang Samudra Hindia.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Proceedings of The Royal Society, bahwa sebagian nenek moyang penduduk Madagaskar adalah orang Indonesia. Para peneliti meyakini mereka adalah pemukim asal Kerajaan Sriwijaya. Migrasi ke Madagaskar diperkirakan terjadi sekitar kurun tahun 830 M. Berdasarkan data DNA mitokondria, suku pribumi Malagasy dapat merunut silsilah mereka kepada 30 nenek moyang perempuan perintis tiba dari Indonesia 1200 tahun yang lalu. Bahasa Malagasy mengandung kata serapan dari bahasa Sanskerta dengan modifikasi linguistik melalui bahasa Jawa dan bahasa Melayu, hal ini merupakan sebuah petunjuk bahwa penduduk Madagaskar dikoloni oleh penduduk yang berasal dari Sriwijaya. Periode kolonisasi Madagaskar bersamaan dengan kurun ketika Sriwijaya mengembangkan jaringan perdagangan bahari di seantero Nusantara dan Samudra Hindia.
Struktur pemerintahan
Masyarakat Sriwjaya sangat majemuk, dan mengenal stratifikasi
sosial Pembentukan satu negara kesatuan dalam dimensi struktur otoritas politik
Sriwijaya, Kadātuan dapat
bermakna kawasan dātu, (tnah rumah) tempat tinggal bini hāji, tempat
disimpan mas dan hasil cukai (drawy) sebagai kawasan yang mesti dijaga. Kadātuan ini
dikelilingi oleh vanua, yang dapat dianggap sebagai kawasan kota dari
Sriwijaya yang di dalamnya terdapat vihara untuk tempat beribadah bagi masyarakatnya. Kadātuan dan vanua
ini merupakan satu kawasan inti bagi Sriwijaya itu sendiri. Menurut Casparis, samaryyāda merupakan kawasan yang berbatasan dengan vanua,
yang terhubung dengan jalan khusus (samaryyāda-patha) yang dapat
bermaksud kawasan pedalaman. Sedangkan mandala merupakan suatu kawasan otonom dari bhūmi yang berada dalam
pengaruh kekuasaan kadātuan Sriwijaya.
Penguasa Sriwijaya disebut dengan Dapunta Hyang atau Maharaja,
dan dalam lingkaran raja terdapat secara berurutan yuvarāja (putra
mahkota), pratiyuvarāja (putra mahkota kedua) dan rājakumāra
(pewaris berikutnya). Prasasti Telaga Batu banyak menyebutkan
berbagai jabatan dalam struktur pemerintahan kerajaan pada masa Sriwijaya.
Menurut Prasasti Telaga Batu, selain diceritakan kutukan raja Sriwijaya kepada
siapa saja yang menentang raja, diceritakan pula bermacam-macam jabatan dan
pekerjaan yang ada pada zaman Sriwijaya. Adapun, jabatan dan pekerjaan yang
diceritakan tersebut adalah raja putra (putra raja yang keempat), bhupati
(bupati), senopati (komandan pasukan), dan dandanayaka (hakim). Kemudian terdapat juga Tuha an watak wuruh (pengawas
kelompok pekerja), Adyaksi nijawarna/wasikarana (pandai besi/ pembuat
senjata pisau), kayastha (juru
tulis), sthapaka (pemahat), puwaham (nakhoda kapal), waniyaga (peniaga), pratisra (pemimpin kelompok kerja), marsi haji
(tukang cuci), dan hulun haji (budak raja).
Kemunduran Kerajaan Sriwijaya
Beberapa faktor penyebab kemunduran Kerajaan Sriwijaya di antaranya
adalah sebagai berikut:
- Faktor
geografis, berupa perubahan letak Kerajaan Sriwijaya. Perubahan ini erat
kaitannya dengan pengendapan lumpur Sungai Musi yang mengakibatkan letak
ibu kota Kerajaan Sriwijaya tidak lagi dekat dengan pantai. Akibatnya ibu
kota Sriwijaya kurang diminati lagi oleh pedagang internasional.
- Lemahnya
kontrol pemerintahan pusat sehingga banyak daerah yang melepaskan diri.
- Berkembangnya
kekuatan politik di Jawa dan India. Sriwijaya mendapat serangan dari Raja
Rajendracola dari Colamandala tahun 1017 dan 1025. Pada tahun 1025, serangan
itu diulangi sehingga Raja Sriwijaya, Sri Sanggramawijayattunggawarman
ditahan oleh pihak Kerajaan Colamandala. Tahun 1275, Raja Kertanegara dari
Singosari melakukan ekspcdisi Pamalayu. Hal itu menyebabkan daerah Melayu
lepas dari kekuasaan Sriwijaya. Akhir dari Kerajaan Sriwijaya terjadi saat
armada laut Majapahit
menyerang Sniwijaya tahun 1377.
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti kuno. Prasasti-prasasti tersebut adalah sebagai berikut.
- Prasasti
Kedukan Bukit yang menceritakan perjalanan Dapunta Hyang menaklukkan
berbagai wilayah dengan 20.000 prajurit. Prasasti ini ditemukan di
Palembang.
- Prasasti Talang
Tuo yang menceritakan pembuatan taman oleh Dapunta Hyang. Taman tersebut
diberi nama Sriksetra. Prasasti ini juga ditemukan di Palembang.
- Prasasti Kota
Kapur yang ditemukan di Bangka.
- Prasasti Karang
Birahi yang ditemukan di Jambi, isinya menceritakan tentang permohonan
keselamatan Kerajaan Sriwijaya dan rakyatnya.
- Prasasti Talang
Batu yang ditemukan di Palembang yang berisi kutukan terhadap mereka yang
melanggar perintah Raja.
- Prasasti Palas
di Pasemah yang ditemukan di Lampung, menceritakan bahwa Lampung telah
dikuasai Kerajaan Sriwijaya.
- Prasasti Ligor
yang ditemukan di tanah genting Kra.
Cindy Rahmadiani
BalasHapusX MPLB 1
Hadir
Muhammad Israq Farizan
BalasHapusX TM
Hadir
M HAIKAL HADIR, XMP1 PERKANTORAN
BalasHapusGusti Tri rezeki
BalasHapusXTM
Hadir
Erda marsyanda
BalasHapusX MPLB 1
Fikri
BalasHapusX MPLB 1
Hadir
Elgi
BalasHapusX MPLB 1
Hadir
Niha gustiara
BalasHapusX MPLD 1
Hadir
Muhammad Nizar abruzi
BalasHapusXTM
Hadir
Melly maulidiani putri
BalasHapusKelas:x mplb 1 (hadirr)
Dedy Heriyani
BalasHapusX Teknik Mesin
Hadir
(SELVI ANA)
BalasHapusXMPLB 1
Isa maulitasari
BalasHapusX mplb 1
Rendi
BalasHapusKelas x mplb 1( hadir)
Hendra ramadhani
BalasHapus(MPLB1 X) hadir bu
pito patarul azi
BalasHapus(X TM)
Maliatus shalehah
BalasHapusx mplb 1
Egga Kurniawan
BalasHapusX Teknik Mesin
Hadir
Nama: NICHOLAS FREZAKIA
BalasHapusKelas: X-TM
hadur
Reza salsabillah
BalasHapusX MPLB 1
Hadir
Maulidia Khairun Nisa
BalasHapusMaulidia Khairun Nisa
BalasHapusX MPLB 1
HADIR
RINI SULASTRIANI
BalasHapusX: PEMASARAN
Wenny Pradinata Wijaya
BalasHapusX PM
Hadir
Irpan
BalasHapusX PM
Hadir
ellen silvanny
BalasHapusX PM
Hadir
Nurhadi
BalasHapusX PM
Hadir
Michelle Febiola
BalasHapusXpm
Hadir
Yonathan
BalasHapusXtm
Hdirr
Nama: wawan hidayat
BalasHapusKelas: X-TM
hadir
Febriyanto
BalasHapusXpm
Hadir
Dio aryanto
BalasHapusX tm
Hadir
Chelsea Olivia
BalasHapusX GDP
Hadir
ferijuliansyah
BalasHapusHadir bu
Xtm
Faril
BalasHapusXtm(hadir)
Abil aldiano
BalasHapusXtm(hadir)
Aulia sari
BalasHapusX MPLB 1
Hadir
Zikri akmal zuhair
BalasHapusX(10)TM
Hadir
Frisca Febiola
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Kaliong
BalasHapusA AKL 1
Hadir
Fahriy Dira pratama
BalasHapus10 akl 1
Hadir
Grace Trivonia Cristy
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Rini Utami
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Chesea Yu
BalasHapusX AKL 1
hadir
Yuni Indriani X AKL1 Hadir
BalasHapusMarsel
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Mimi Novelia
BalasHapusX AKL 1
HADIR
Maikel
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Fajar ilham 10 tm hadir
BalasHapusVeronika Yuliana
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Andy Farra X AKL 1 Hadir
BalasHapusClarissa Then
BalasHapusX Akl 1
Hadir
Leony
BalasHapusX AKL1
Hadir
DESI WULANDARI
BalasHapusX AKL 1
HADIR
Wendy Tam
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Desy Febrianti
BalasHapusX AKL 1
Hadir
Angel cristiani
BalasHapusX AKL 1
HADIR
Hengky
BalasHapusX AKL1
Hadir
Jeffry
BalasHapusX AKL1
Hadir
TANTO BONGSI KUSUKA
BalasHapusXAKL1
HADIR
WESLY PRAYOGO
BalasHapusX AKL I
HADIR
Meliyanti akl1 hadir
BalasHapusIwan Dwi Putra
BalasHapusX AKL1
Hadir
Rani Anggraini
BalasHapusX PM
Hadir
Dea Safitri
BalasHapusX PM
Hadir
Attalya Dheka
BalasHapusX PM
Hadir
siti rahmah
BalasHapusXPM
hadir
Merryana leony hiu
BalasHapusX akl 1
Hadir
Queenzy witaly
BalasHapusX akl hadir
Chintia Lim
BalasHapusX Mplb1
HADIR
Kevin alvianto
BalasHapusX. AKL 1
Hadir
Chelsea Olivia
BalasHapusX BDP
Hadir
Dody Oktavianus
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Saw Lung
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Juliani
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Khairatun Nisa
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Florencia Angreiny
BalasHapusX AKL 2
hadir
Ririn nurjayanti
BalasHapusX MPLB 2
Hadir
Titania iren
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Willyam Andara
BalasHapusX AKL 2
HADIR
Virgie Canggiancen
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Alisa dewanti
BalasHapusX AKL2
Hadir
Vioni
BalasHapusX AKL 2
HADIR
Dedi Gunawan
BalasHapusAKL 2
hadir
Neysa Dwi Aryanny
BalasHapusX MPLB 2
HADIR
Niken Valensia Wunicicilia
BalasHapus10 X AKL 2
HADIR
Irpan
BalasHapusX MP2
Tri Mauliddia lestari
BalasHapus10 MP 2
Hadir
Ramlan
BalasHapusXAKL2
Hadir
Sandy Wu
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Nama:Jun Fung
BalasHapuskelas:X AKL 2
hadir
Sri Susanti
BalasHapusX MPLB 2
Hadir
KEVIN
BalasHapusX AKL 2
Hadir
Lena
BalasHapus10akl 2
hadir
Septian dwi cahtyo
BalasHapusX akl 2
Hadir
Dwi ameliah
BalasHapusX tol
Hadir
Nama : Hendra Suryadi
BalasHapusKelas:AKL 2
Hadir
Aditya Naufal Faisal
BalasHapusX TKL
Hadir
Nama : Indra gunawan
BalasHapuskelas : X tkl
Hadir
Nama: Oktavia R
BalasHapusKelas: Xmp²
HADIR
Nama: Herianto Then
BalasHapusKelas: X AKL 2
HADIR
Nama: Vina fitriana
BalasHapusKelas: Xph
Hadir
Nama:Anisah
BalasHapusKelas:xph
Hadir
Nama:Cici Rahmadani
BalasHapusKelas : X Perhotelan
Hadir
Nama :Irfan maulana
BalasHapusKelas:X TKL
Hadir
Nama : Chintya Sharon
BalasHapusKelas : X AKL2
HADIR
Nama:umi kalsum
BalasHapusKelas:xPH
Hadir
Desi amina
BalasHapusX AKL2
Hadir
Teguh Setiawan
BalasHapusX PH
Hadir...
Aditya Fathur Rahman
BalasHapusX TKL
Hadir
Bella amelia
BalasHapusX mplb 2
Hadir
Kelvin zakaria jonatan
BalasHapusX Ak 2
Hadir
Syahara
BalasHapusX ph
Nieha sumaya
BalasHapusX 10 Mplb2
Hadir
Clara enjela nasifah
BalasHapusX TKL
Hadir
Nama : Sarip Al Kadri
BalasHapusKelas:10 X PH
HADIR
Vini Fitriani
BalasHapusX PH
HADIR
Nama:dhinda syafitei
BalasHapusKelas:X MPLB 2
Hadir
Nama: Merysa
BalasHapusKelas : X AKL 2
Hadir
Nama: febri valenti
BalasHapusKelas: Xmp2
Hadir
Nama:you Nita bella Anisa putri
BalasHapusKls :10 PH
Nama : Dzakiy Fadhlurrohman
BalasHapusKelas : X TKL
Ket : Hadir
Nama: Riska Nur Ramadhani
BalasHapusKelas: X MP 2
Ket: Hadir